Pesona Danau di Ranah Minangkabau (Bagian 1 : Danau Singkarak)


Ekosistim yang yang terdapat di Danau Singkarak, menghasilkan species yang hanya ada di danau ini, yaitu ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Anehnya, ikan ini tidak dapat dibudidayakan diluar habitatnya yang asli, termasuk pembudidayaan dengan jala terapung yang banyak bertebaran diseputar danau. Jala terapung ini dapat menambah ekonomi masyarakat di sekitar danau melalui budidaya udang maupun hasil tangkapan lainnya.

Sumatra barat sudah banyak dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang cukup potensial. Meskipun gaungnya tak senyaring Bali, kita tahu ada banyak objek  wisata menarik  di propinsi ini. Mau wisata alam, wisata sejarah ataupun wisata budaya, semua menakjubkan untuk dijelajahi. Baca lebih lanjut

Categories: Cakrawala | Tag: , , , , , , , , , | 4 Komentar
 
 

Lembah Harau Yang Memukau


Pondok kecil dibelakang saya ini merupakan salah satu bagian dari resort Sarasah Bunta di Lembah Harau

Pondok kecil dibelakang saya ini merupakan salah satu bagian dari resort Sarasah Bunta di Lembah Harau

Liburan panjang, waktu yang selalu ditunggu banyak orang. Dibutuhkan persiapan dan informasi sebanyak mungkin untuk dapat menikmati perjalanan yang mengasyikkan. Terutama ke daerah yang belum pernah dikunjungi, kemanapun tujuannya. Tulisan-tulisan saya pada edisi liburan kali ini barangkali bisa sedikit memberikan informasi beberapa objek wisata di seputar Sumatra Barat khususnya.

photo by: ettylist.

Bagi anda yang belum menentukan daerah tujuan wisata, berkunjung ke “Ranah Minang” mungkin bisa menjadi salah satu alternatif. Kampung halaman kedua orang tua saya ini, memiliki banyak lokasi wisata menakjubkan yang layak diperhitungkan. Meskipun saya lahir dan besar di Jakarta, namun pesona alam Minangkabau selalu membangkitkan nuansa tersendiri yang membuat saya ingin datang dan datang lagi. Salah satunya adalah Lembah Harau ini. Promosi? Gak salah juga kaaan….??? Karena keindahan alamnya memang asli mempesona ! Baca lebih lanjut

Categories: Cerita dibalik foto | Tag: , , , , , | 6 Komentar

Keseimbangan


Bekerja itu untuk 2 tujuan, untuk memenuhi kebutuhan fisik dan untuk kebutuhan jiwa. Keduanya menjadi satu paket dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika kita beruntung memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, mampu mengekspresikan diri sesuai  bakat dan keterampilan yang dimiliki dan melayani orang lain dengan sebaik-baiknya, tentunya pekerjaan menjadi sebuah kesenangan. Kita merasa enjoy mencurahkan segenap perhatian, tenaga, dan pikiran untuk pekerjaan. Rasa senang menghasilkan kepuasan batin sehingga kadang kala saking asyiknya kita mengabaikan hak-hak yang dimiliki anggota badan, yaitu istirahat dan makan.

Orang yang bekerja juga memerlukan pengakuan dan penghargaan agar hidup lebih bergairah, dan ini hanya bisa diperoleh kalau kita telah mampu menyalurkan kompetensi tertinggi yang kita miliki. Juga mampu memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi orang lain. Kalau asupan gizi bagi jiwa melalui eksistensinya dalam pekerjaan telah terpenuhi, jangan sampai asupan gizi untuk raga menjadi berkurang. Makan dan istirahat deh kuncinya, semua dengan takaran cukup, sesuai irama biologis masing-masing orang. Dalam berbagai hal, kuncinya adalah keseimbangan. Oke, selamat rehat semuanya, semoga besok kita bisa beraktifitas lagi dengan energy baru.  Good Night !

Salam Hangat dan Semangat 🙂

Jakarta, 13 Desember 2011

Etty Lismiati

Categories: Cakrawala | Tinggalkan komentar

Budaya Sekolah dan Implementasi Pendidikan Karakter.


Faktor yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial. Seorang anak memiliki waktu yang cukup banyak untuk berada di lingkungan sekolah atau berada di luar sekolah  bersama teman2 satu sekolah.

Budaya sekolah  yang akan dikembangkan melalui pendidikan karakter ini, mestinya diawali dengan pembinaan karakter guru. Menjadi karakter yang benar2 pantas di gugu dan di tiru. Pengembangan budaya sekolah akan menjadi efektif jika  di dukung oleh sistim yang sudah dirancang dengan baik, sehingga suasana kondusif yang tercipta  menghasilkan kesesuaian norma-norma  yang dapat dikembangkan oleh semua unsur sekolah.  Iklim kerja yang baik menciptakan etos kerja yang baik.  Jangan sampai terjadi di suatu sekolah guru-guru yang memiliki dedikasi dan etos kerja, menjadi seperti makhluk aneh, seolah jadi “kerajinan sendiri”.  Ini artinya budaya sekolah belum berjalan dengan baik, yang berimbas pada pendidikan karakter tak akan berjalan dengan efektif.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan karakter di sekolah,  tidak bisa lagi hanya “memberi contoh”  tapi harus bisa “menjadi contoh”.  Misalnya memberi contoh keuletan orang-orang sukses, sementara  di mata siswa sang guru menunjukkan kerapuhannya.  Menyuruh anak-anak gemar membaca, sementara  tugas  siswa  saja jarang diperiksa, apalagi membaca tulisannya.  Mengoreksi hasil kerja siswa sudah gak sempat lagi,  tapi masih punya banyak  waktu untuk ‘ngerumpi’.

Memang gak gampang  ya jadi guru, sebuah profesi yang terlanjur dibingkai Baca lebih lanjut

Categories: Serba serbi dunia pendidikan | Tag: , , , , , , , , | 2 Komentar

SURAT TILANG (Info)


Tulisan ini saya copas dari http://www.facebook.com/hanungnugrohojm,  yang diminta untuk disebar luaskan. Semoga info ini berguna….

Surat tilang ada 2 macam: slip merah dan slip biru.

  • SLIP MERAH artinya kita menyangkal telah melanggar peraturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan. Biasanya menunggu 2 minggu dan di pengadilan byk calo, terjadi antrian panjang, dan oknum pengadila yg melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
  • SLIP BIRU artinya kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomor rekening tertentu (kalo tdk salah bank BUMN). Setelah itu kita tukarkan bukti transfer dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

Denda resmi KUHP mobil tidak lebih dari 50rb dan dananya resmi masuk kas negara. Jadi, jika kena tilang, mintalah SLIP BIRU (beberapa oknum perlu berdebat dahulu dengan kita. Kita harus ngotot minta SLIP BIRU karena petugas berusaha membohongi kita dengan mengatakan SLIP BIRU tdk berlaku) dengan Slip Biru anda tdk perlu menunggu 2 minggu. Langkah ini membantu negara mengikis korupsi dan kita tidak perlu memberi Uang Damai  ke oknum petugas.

Forwardlah ke teman2 anda.
(#PANTOM 063#personil JMMC jagorawi.) #Perlu ditambahkan dengan slip biru kita hanya membayar RP 36.000 (untuk denda bahwa kita mengakui kesalahan).

Silahkan temen2copas lagi dari sini, atau dari link tadi. Salam hangat & Semangat

Jakarta, 11 Desember 2011

EttyLismiati

Categories: Info | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Pengajaran yang Effektif


Sebelum mengajar, atau terjun di dunia pendidikan, baik formal maupun non formal, guru seharusnya sudah siap dengan bekal pengetahuan psikologi anak maupun kemampuan mengelola kelas. Dari pengalaman mengajar dengan berbagai strata sosial siswa, saya melihat ada korelasi yang berbanding lurus antara kompetensi guru dengan kemampuan mengelola kelas. Maksud saya, jika guru mempersiapkan diri dan menguasai materi dengan baik, maka kelas pun dapat dikelola dengan baik.

Anak sekarang relatif lebih kritis dibanding ketika saya mengajar 5 atau 10 thn yang lalu.  Sudah bukan  jamannya lagi, guru merasa serba tahu di hadapan siswa. Mereka dapat memperoleh pelajaran dari manapun, apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Aplikasi dari materi pelajaran dapat mereka peroleh di luar kelas, sehingga kadang guru disodori pertanyaan tak terduga, mulai dari hal-hal sederhana hingga yang luar biasa. Jika guru tidak rajin meng’up date” diri, menambah wawasan dan mengembangkan kompetensi, maka bisa saja siswa menjadi bosan hingga mengganggu kelas, atau menunjukkan sikap tak perduli dan malas. Tragisnya, siswa seperti ini kerap terlanjur di beri label buruk sebagai pengganggu ketenangan kelas.

Pendidikan modern  sudah seharusnya lebih menitik beratkan pada pengembangan potensi anak. Bukan lagi mencekoki anak dengan materi pelajaran dan memaksa mereka manut dan diam.

Sudah semestinya guru menguasai berbagai metode pengajaran, dan menerapkannya sesuai dengan karakter kelas dan lingkungan anak, sehingga ada interaksi yang membuat suasana kelas lebih dinamis. Jaman berubah, metode usang yang mengandalkan pendekatatan kekuasaan harus segera di tinggalkan. Mencatat di kelas apa yang sudah ada di buku teks,  ini buang waktu. Merasa paling hebat di kelas, mengkritik anak dengan pedas, atau pasang wajah galak untuk menunjukkan power, adalah sebuah pengajaran yang sama sekali tidak efektif.  Akibatnya tentu saja akan matikan kreatifitas anak, dan yang terpenting bagaimana mengajarkan mereka menjadi seorang berilmu yang dapat mengkritisi apapun secara santun.

Salam Hangat dan Semangat

Jakarta, 5 Desember  2011

Etty Lismiati

Categories: Serba serbi dunia pendidikan | Tinggalkan komentar

Materi KD 3.4 : Zat Adiktif dan Psikotropika


ZAT ADIKTIF

Yaitu zat yang dapat mengakibatkan efek adiksi (kecanduan) pada penggunanya.

Contohnya  :

daun ganjaDAUN GANJA

DAUN GANJA

  • rokok
  • alkohol
  • kopi
  • ganja
  • opium
  • shabu-shabu
  • putau
  • morfin dan lain-lain.

Biji kopi

Adiksi merupakan suatu keadaan fisik maupun psikologis (kejiwaan) seseorang yang mengakibatkan badan dan jiwanya selalu memerlukan obat tersebut untuk dapat berfungsi normal. Istilah lain dari adiksi adalah ketergantungan obat

Bentuk ketergantungan obat dapat berupa :

1. Ketergantungan fisik, yang ditunjukkan melalui 2 faktor, yaitu:

a. Toleransi 

Yaitu menurunnya khasiat obat setelah pemakaian yang berulang-ulang, sehingga selanjutnya ia membutuhkan dosis yang lebih besar untuk memberi khasiat yang sama. Lama kelamaan dosis ini dapat mencapai batas yang membahayakan sehingga dapat menimbulkan kematian.

b. Pemantangan

Dikenal juga dengan istilah  putus obat atau abstinensi.

Yaitu gejala-gejala sakit pada saat pemakaian obat dihentikan, seperti menggigil. Pemantangan ini menunjukkan bahwa obat tersebut telah mempunyai peranan dalam fungsi tubuh orang itu, seolah-olah tubuhnya tidak bisa lepas lagi dari obat itu.

2. Ketergantungan psikologis

Suatu keinginan yang tak tertahankan (kompulsif) untuk terus memakai obat. Keadaaan ini sering juga disebut sakau / ketagihan.

Baca lebih lanjut

Categories: Kelas VIII, Materi KBM | 14 Komentar

Materi KD. 3.3 : Zat Aditif Pada Makanan


Zat Adiktif Makanan  adalah  :  Semua bahan yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses pengolahan, penyimpanan atau pengepakan makanan.

Jenis zat adiktif pada makanan sudah sangat beragam sesuai fungsinya , diantaranya yang paling banyak digunakan antara lain adalah :

  • Pewarna
  • Pemanis
  • Pengawet
  • Penyedap
  • Anti oksidan
  • Penambah nutrisi
  • Pengemulsi, pemantap dan pengental
  • Pemutih dan pematang tepung
  • Anti kempal
  • Sekuestan dan sebagainya.

1.PEWARNA 

Tujuan Penggunaan Pewarna Pada makanan :

  1. Supaya lebih  menarik sehingga merangsang selera.
  2. Mengembalikan warna asli yang mungkin hilang pada proses pengolahan.
  3. Mempertahankan warna produk ,misalnya bahan makanan yang sama  mungkin saja mempunyai warna yang berbeda, bergantung pada asal dan musim.

 Berdasarkan bahan dasar pembuatannya , pewarna ada 2 macam  :

  1. Pewarna Alami    :   yaitu pewarna yang diperoleh dari ekstrak Baca lebih lanjut
Categories: Kelas VIII, Materi KBM | 9 Komentar

Materi K.D : 3.2 Bahan Kimia Dalam Produk Rumah Tangga


PENGERTIAN DAN PENGGOLONGAN

            Sebagaimana kita tahu, bahwa segala macam benda tersusun dari materi. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan istilah bahan kimia untuk materi. Jadi, sebenarnya,  segala sesuatu terdiri dari bahan kimia

Ditinjau dari segi asalnya, bahan kimia yang digunakan dalam berbagai produk rumah tangga , dibagi dalam 2 golongan, yaitu :

1.   Bahan kimia alami                      :   Bahan kimia yang terdapat di alam.

       Misalnya    :   Air, kayu, minyak ,cengkeh,kapur dsb.

2.  Bahan kimia sintetis/buatan   :   Bahan kimia buatan pabrik.

Misalnya    :   detergen, plastik, asam sulfat, pestisida dan berbagai macam essen (penguat rasa dan aroma).

Penggolongan bahan Kimia di Rumah Tangga          Baca lebih lanjut

Categories: Kelas VIII, Materi KBM | 19 Komentar
 
 

Peringatan Hari Guru, 25 November


Ada yang berbeda dengan upacara bendera kali ini. Jika biasanya yang menjadi  petugas upacara adalah siswa, khusus pada pelaksanaan tanggal 25 November 2011 ini,  bertepatan dengan HUT PGRI ke 66 di SMPN 47 Jakarta, yang menjadi petugas upacara adalah guru. Ini adalah hari untuk guru.Dengan di dampingi oleh siswa2 dari kelompok Paduan Suara dan Paskibra SMPN 47, suasana upacara kali ini nampak lebih khitmat sekaligus meriah karena dilanjutkan dengan pemberian bunga, dari siswa untuk guru.

Yang paling seru tentu saja ketika membaurnya seluruh murid dan guru, lengkap dengan lagu2 penghangat suasana dan goyang bersama di lapangan. . Memberi suasana lain yang bebas tanpa sekat formal namun masih dalam koridor yang sesuai, terciptanya suasana keakraban. Semoga peringatan Hari Guru di SMPN 47 kali ini, dapat menjadi momentum bagi semua guru di 47 untuk berkarya lebih baik lagi dalam membangun generasi penerus yang lebih kompeten.

Gambar

Gambar

Gambar Baca lebih lanjut

Categories: Berita 47 | 7 Komentar

%d blogger menyukai ini: