Kenapa Jupe???

Saya tergelitik ketika seorang teman menuliskan status di facebooknya dengan kalimat : ’Mantan penjahat lebih baik dari pada mantan ustad’. Kalimat yang sudah sering kita dengar ini menjadi menarik ketika komentar di bawahnya mengarah pada pencalonan diri artis seksi Julia Perez sebagai wakil bupati. Saya setuju pada tulisan di status itu. Siapa yang tidak kenal Jupe ? Niat Jupe untuk menjadi lebih baik, yaaa…. syah2 aja. Siapapun orangnya, tak ada yang bisa menghalangi seseorang memperbaiki diri. Hak prerogatif Allah untuk memberi hidayah. Lagi pula baik dimata manusia belum tentu baik dimata Allah.

Terlepas dari latar belakang dan kehidupan pribadi seorang Julia Perez, saya melihat sebuah fenomena menarik. Makin banyaknya artis yang beralih peran, dari pentas hiburan ke pentas politik. Apakah panggung politik lebih menantang dibanding pentas hiburan. Lebih menjanjikan ? Lebih bergengsi ?Ataukah ini salah satu bentuk kegagalan partai membangun kaderisasi, hingga harus mengusung artis yang sudah dikenal masa untuk memperoleh dukungan ?

Yang jadi persoalan disini, bukan karena Jupenya. Tapi apakah dia memang  mempunyai kapabilitas yang cukup untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati ? Memimpin suatu wilayah, perlu adanya pengusaan yang baik terhadap kultur budaya maupun potensi setempat. Mempelajari berbagai aspek bagi pengembangan daerah dan memiliki konsep yang jelas untuk memajukannya.

Lebih dari itu apakah yang sudah dia lakukan bagi kemaslahatan masyarakat sekitarnya benar2 mencerminkan kecerdasaanya sebagai figur idola ? Diperlukan syarat2 yang BUKAN SEKEDAR DUKUNGAN massa hanya karena popularitasnya sebagai seorang artis. Apalagi pemimpin adalah panutan. Sementara dibenak banyak orang, sosoknya terlanjur identik dengan segala hal yang berbau ekpoloitasi dirinya sendiri bagi selera2 yang… ach,  maaf saya tidak memiliki padanan kata yang tepat selain kata yang mungkin akan membuat pendukungnya merasa tidak nyaman.

Yang menjadi kekhawatiran saya, apakah fenomena ini cermin dari sebuah BANGSA YANG FRUSTRASI ? Karena kita merasa tak ada lagi pemimpin yang jadi panutan. Pemimpin amanah yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak. Kemunculan Jupe di pentas politik menurut saya sebuah sindiran terhadap hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok2 idola yang mestinya menunjukkan kemampuannya sebagai seorang tokoh. Baik tokoh politik, tokoh agama maupun tokoh panutan lainnya yang jelas2 memiliki kualifikasi dibidangnya masing2. Apakah kekecewaan yang bertubi-tubi ini sampai melunturkan semangat untuk bangkit kembali ? Hingga akhirnya langkah politis yang diambil bisa jadi untuk mencari sosok pengganti yang sebenarnya hanya ada dalam imajinasi. Kemudian mengusung seseorang dengan kriteria berbedalah yang diharapkan mempu membawa perubahan. Karena pemimpin dengan latar belakang hebat dinilai tak mampu membawa ke arah perbaikan yang signifikan. Begitulah kira2 yang saya cermati melalui ’kaca mata’ pribadi.

Mengapa kita seperti bangsa yang terseok-seok bangkit dari keterpuruknya berkali-kali ? Apakah karena kita tidak mau belajar dan mengambil hikmah dari sejarah ?Kita lebih dulu merdeka dari negara tetangga Malaysia, tapi percepatan pembangunan bangsanya jauh melesat di atas kita. Kenapa ?

Bagi saya negeri ini amat membutuhkan pemimpin2 yang memiliki kualitas spiritual, maupun intelektual. Sekali lagi, pemimpin yang melandasi setiap langkahnya atas dasar iman dengan tujuan ibadah, akan lebih ringan mengemban  amanah. Pemimpin yang amanah, akan mengutamakan kemaslahatan rakyat banyak diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Popularitas yang tidak di dukung kualitas, hanya tinggal menunggu bencana meretas. Menyerahkan urusan kepada orang yang bukan dibidangnya, tunggu aja kehancurannya. Bukan berarti artis tidak mampu berpolitik atau mengambil tugas memimpin. Banyak kok artis2 yang memang bisa menunjukkan kemampuannya diluar keartisannya. Tapi kenapa Jupe ???  Ada yang bisa menjelaska pada saya untuk bisa menjawab pertanyaan ini, KENAPA JUPE calon wakil bupati ?

Categories: Cakrawala | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tulislah tanggapan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: